Strategi Pengembangan Transportasi Udara

   Pada kurun waktu 1995 - 1999 pelayanan transportasi udara mengalami keterpurukan terkait dengan krisis ekonomi yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997. Pada tahun 1995 penumpang penerbangan dalam negeri mencapai 12,22 juta orang, sedangkan pada tahun 1999 menurun tajam menjadi 6,37 juta orang, sehingga terjadi pertumbuhan minus sebesar -12,88% rata-rata per tahun. Pada tahun 1995 penumpang penerbangan luar negeri mencapai 7,8 juta orang dan pada tahun 1999 menjadi 7,9 juta orang, sehingga terjadi pertumbuhan rata-rata sebesar 1% per tahun. Hal ini membuat perusahaan penerbangan mengurangi jumlah armada yang dioperasikan, bahkan mengembalikan pesawat-pesawat sewa, mengurangi rute dan frekuensi penerbangan. Beban perusahaan penerbang- an nasional semakin berat untuk menutup biaya operasi, meskipun telah dilakukan penyesuaian tarif beberapa kali.
   Penerapan Reduce Vertical Separation Minimal (RVSM) untuk pesawat jenis jet penumpang dan cargo (termasuk penerbangan eksekutif); Pengembangan bandar udara dalam jangka panjang akan mengikuti strategi optimalisasi, pendanaan, antisipasi keadaan darurat, keterbukaan, sinergi operasi, sertifikasi, eco airport, dan otomatisasi bandara. Strategi optimalisasi dan antisipasi keadaan darurat dilakukan pada bandara di lokasi bencana dan bandara kawasan perbatasan; Strategi pendanaan dengan pola pendanaan campuran dilakukan dengan mengedepankan peran swasta dan pemerintah daerah dalam pembangunan bandara baru yang didasarkan pada kelayakan investasi sesuai dengan mekanisme pasar; Strategi keterbukaan terkait dengan kerjasama penyelenggaraan bandara dan pengelolaan fasilitas; Strategi sinergi operasi difokuskan pada penggunaan bandara secara bersama sipil dan militer pada sisi yang berbeda; Strategi sertifikasi terkait dengan pemenuhan dokumen pengoperasian bandara (Rencana Induk, KKOP dan Batas kawasan kebisingan); Strategi eco- airport terkait dengan kewajiban menyusun dokumen AMDAL; Strategi otomatisasi dilakukan dengan penerapan otomatisasi bandara sesuai dengan perkembangan teknologi mutakhir.
   Di bidang keamanan penerbangan dalam jangka panjang akan mengikuti strategi ofensif, yaitu: audit security, pemeriksaan barang kiriman dengan anjing pelacak, dan penggunaan Sky Marshall sebagai sistem pengamanan di dalam pesawat udara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

supply chain concept

Transportation Risk